20.2.09


*********************************************

Sudah mengenal tentang Sushi? Tunggu dulu, Anda juga perlu tahu yang namanya Wasabi :D !
*********************************************

Untuk artikel ini sengaja saya kutip pendahuluannya dari pinkparis karena saya temukan sangat menarik, dan asal usul Wasabi yang rasanya sangat menyenangkan b(^u^)b ini sangat penting untuk diketahui~!

What is Wasabi?

Hijau, agak pedas, pasta, . Kata-kata itulah yang paling cocok menggambarkan apakah itu. Pertama kali ‘bertemu’ adalah pada saat aku memakan sushi. Pada saat awal mencoba, seorang temanku sudah me-warning untuk jangan memakannya terlalu banyak karena rasanya yang pedas, tapi pada saat aku merasakannya aku masih tetap merasa bahwa ini tidak sepedas yang aku bayangkan. Ya … mungkin karena sudah terbiasa mengkonsumsi cabe yang lebih pedas :-)

Setelah sering kali aku memakan (with of course), aku akhirnya merasa penasaran apa sih sebetulnya itu. Terbuat dari apakah dia? apakah warna hijau itu alami atau pewarna? dan berbagai macam pertanyaan-pertanyaan yang membuat aku browsing kesana kemari berusaha mencari keterangan tentang ini dalam bahasa Inggris atau Indonesia (karena pas googling kebanyakan yang muncul page dalam bahasa ).

Ternyata ini adalah pasta yang pada awalnya dibuat dari tumbuhan dengan nama yang sama (red = tumbuhan ), yang termasuk dalam jenis tumbuhan kubis-kubisan (cabbage family atau Brassicaceae). Uniknya, yang kemudian diolah menjadi pasta bukan daunnya tetapi malah / -nya. Karena pembudidayaannya yang cukup sulit (hanya hidup di aliran air yang bersih dan sejuk bersuhu 10-17?) dan hanya bisa dipanen dalam waktu 3- 4 tahun, harga ini sangat mahal. Bahkan, agak kebutuhan masyarakatnya terpenuhi, mengimpor sejumlah besar dari daratan Tiongkok, Taiwan, dan Selandia Baru.

Walaupun cukup menyengat, aroma sendiri cepat hilang di udara karena itu biasanya dihidangkan seperlunya saja. Mitos yang berkembang di , agar aroma tidak hilang dan rasanya lebih enak maka sebaiknya diparut dengan parutan tradisional yang terbuat dari ikan hiu. Senyawa menyengat dalam ini ternyata mempunyai kandungan antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga sangat cocok digunakan sebagai teman makan irisan ikan segar dalam .

Karena yang harganya mahal dan metode pengawetan yang sulit inilah akhirnya berkembanglah imitasi yang disebut dengan western . imitasi ini hanya mengandung kurang dari 50% asli yang dicampur dengan bahan pengganti semacam yang disebut dan ditambah dengan bermacam-macam campuran termasuk juga bahan pewarna . Dan tentunya bisa ditebak, tiruan inilah yang ternyata biasanya dihidangkan di restoran yang biasa kita konsumsi.

Terimakasih saudari Risna :)